Perjuangan Melawan Gagal Ginjal

Ini adalah kisah nyata dari sahabat saya, bagaimana perjuangannya bertahun-tahun melawan penyakit yang setiap hari semakin menggerogoti kondisi fisiknya, membuatnya semakin lemah, dan ...

Pertama bertemu dengannya adalah ketika awal masuk kuliah, dia adalah orang yang aktif dalam kegiatan olahraga, khususnya sepak bola yang memang sangat dicintainya. Berbagai kompetisi telah dia ikuti, mulai dari masa kecilnya ketika bersekolah di sekolah dasar hingga sampai masa kuliah, tidak hanya sepak bola, dalam bidang futsal dia juga aktif, hampir semua kompetisi yang diadakan kampus selalu diikutinya. Memang dia terkenal jago dalam bidang sepak bola, dan teman-temannya memang mengakuinya. Tidak hanya dalam bidang olahraga, dalam bidang keagamaan pun dia juga aktif, tercatat dia adalah santri di salah satu pondok pesantren di daerahnya, ilmu agama yang dikuasainya membuat dia disegani kawan-kawannya. Dalam kesehariannya di kampus, dia dikenal sebagai orang yang baik dan mudah  bergaul dengan teman-temannya terbukti dengan banyaknya teman yang dekat dengannya. Secara fisik dia adalah orang yang aktif dan sehat.

Cerita dimulai ketika masa kuliah pada semester empat (4), hampir setengah semester dia tidak terlihat hadir dalam perkuliahan, semua teman-temannya menanyakan kehadiran seorang sahabat yang biasa terlihat dan menghibur kami semua, hingga akhirnya datang sebuah kabar dari tetangganya bahwa dia kini sedang berada di rumah sakit di daerah Jogjakarta. Saat itulah semua teman-temannya tahu jika dia terkena penyakit ginjal yang sudah parah, sontak hal itu membuat kaget mengingat dia terlihat sangat sehat dan aktif dalam dunia olahraga.


Memasuki akhir semester kami mengikuti UAS, dan dia pun tetap tidak terlihat, ternyata dia menetap sementara di Jogja guna menjalani perawatan di sana. Selesai UAS saya bertemu dengan dosen dan melakukan obrolan kecil, hingga akhirnya sang dosen bercerita bahwa salah satu keluarga dari sahabat saya tersebut meminta kebijaksanaan sang dosen agar memberikan kemudahan agar bisa tetap mengikuti kegiatan perkuliahan, akan tetapi peraturan kampus mengharuskan sahabat saya untuk mengambil cuti karena ketidak hadiran saat menjalani perawatan di Jogjakarta.

Waktu berlalu hingga saya lulus dan wisuda, saya sempat membuka jejaring social FB dan melihat sahabat saya tersebut sedang online, saya mengirimkan inbox kepadanya dengan menanyakan kabarnya, dia menjawab bahwa keadaannya baik, saat itu saya merasa lega mendengar kabarnya tersebut. Memang jika dilihat kegiatan di dunia maya tersebut, dia tetap aktif dan terlihat kesehatannya semakin membaik Akan tetapi kemudian datang kabar di pagi hari dari teman-teman kampus saya yang mengabarkan bahwa dia telah meninggal dunia, berita yang membuat kami kaget dan segera datang ke rumahnya untuk bertakziah. Kami datang terlambat karena ternyata jenazahnya sudah dikebumikan.

Di kediamannya kami berbincang-bincang dengan kakaknya, sedikit kisah hidupnya pun diceritakan mulai dari masa kecilnya, ternyata dia adalah orang yang jarang minum air putih dan lebih memilih minuman energi yang biasa diiklankan di tv dan media lain, jarang makan nasi dan porsi makannya sangat tidak teratur, makanan kesukaannya adalah mi instan dan cemilan gurih yang memang disukai banyak orang, dari riwayat keluarganya memang tidak ada yang memiliki penyakit ginjal, jadi dokter yang dulu merawatnya mengatakan bahwa gaya hidupnya yang menyebabkan dia mendapatkan gagal ginjal tersebut. Dalam keadaan sakit dia tidak mau dikasihani orang lain dan membuat keluarganya terbebani, dia menahan rasa sakit selama hampir 2 tahun sendirian, dia berjuang dan menunjukkan kepada temannya bahwa dia baik-baik saja, akan tetapi keadaan fisiknya memang sudah sangat parah, walaupun selalu melakukan cuci darah 2 minggu sekali, dan memeriksa keadaannya ke rumah sakit, tubuh kuatnya itu akhirnya tidak mampu menahan rasa sakit dan dia pun menghembuskan nafas terakhirnya.

Dari kisah sahabat saya tersebut bisa diambil sebuah pelajaran bahwa kurangnya asupan air putih, konsumsi minuman berenergi yang berlebihan, porsi makan tidak teratur, didukung mi instant yang memang berbahaya dan kegiatan fisik yang dipaksa menyebabkan dia terkena penyakit ginjal tersebut, ditambah penanganan yang terlambat dan tidak adanya biaya untuk melakukan transplantasi ginjal membuatnya sulit untuk sembuh, walaupun perjuangannya terbilang hebat dan kuat akan tetapi kondisi kesehatannya karena penyakit ginjal tersebut memaksanya untuk mengalah. Pelajaran berharga untuk kita semua agar selalu menjaga kesehatan dengan mencukupi air putih, makan teratur, menghindari makanan berbahaya, dan tentunya olahraga teratur secukupnya karena kita semua takut sakit.

Tulisan berjudul "perjuangan melawan gagal ginjal" ini saya dedikasikan untuk mengenang sahabat saya, perjuangannya saat melawan penyakit ginjal, dan juga sikap ksatria yang dimilikinya yang tidak ingin merepotkan orang-orang disekitarnya, semoga Allah menerima amal ibadahmu dan mengampuni segala dosa-dosamu sahabat, selamat jalan sahabatku ....


Info Kesehatan Updated at: 07.07