Akibat Begadang, Angin Malam, Kurang Minum






Masa remaja adalah masa dimana saat-saat perubahan terjadi, gaya hidup yang berubah, pola makan, dan pencarian jati diri yang kadang salah jalan seperti yang saya alami dahulu kala. Kehidupan awut-awutan saya selama menjalani masa remaja adalah sebuah pengalaman berharga yang sayang jika tidak saya tuliskan disini.

Saat menginjak remaja saya berkenalan dengan dunia malam, rokok, kopi, dan tentunya kehidupan awut-awutan dimana rasanya tidur pagi adalah hal yang wajib setiap hari. Saat malam mulai menyapa saya pergi ke luar gank untuk bergabung dengan teman-teman saya menghabiskan malam setiap hari, dimulai dengan obrolan santai menggelitik, sembari meminum kopi dan menikmati rokok, kemudian rasa lapar datang dan tentunya tanpa makanan hingga akhirnya mau tak mau harus menahan rasa lapar tersebut, keasikan malam mulai terusik dengan angin malam yang sangat dingin saat itu, akan tetapi dalam rangka mencari jati diri seorang remaja sengaja saya abaikan, saya menikmati malam dengan berbalut kaos tipis dan celana pendek yang kadang ditambah sarung tipis agar tidak terlalu dingin, kegiatan malam tersebut biasanya dilakukan sampai jam 2 dini hari ketika tubuh sudah benar-benar menyerah dengan dinginnya angin malam, dan akhirnya kami pulang untuk beristirahat.

Kegiatan begadang tersebut akhirnya membawa dampak yang tidak pernah saya bayangkan, hal itu terjadi pada suatu malam ketika saya selesai begadang di pinggir jalan bersama teman-teman saya, masuk rumah dan mulai merebahkan tubuh kurus ini di atas ranjang, tak lupa selimut tebal saya gunakan untuk membalut tubuh melawan dinginnya angin malam. Jam 2 saya tertidur pulas, saya pikir tidak ada masalah berarti saat itu, saya merasa kuat, tapi jam 4 ada sebuah pertanda hebat yang datang, tiba-tiba saja saya terbangun menahan rasa sakit yang sangat hebat di dalam perut saya, tubuh terasa lemas, badan berkeringat, mulut susah untuk bicara, saya ingin memanggil orang tua untuk menolong tapi tubuh rasanya tidak punya tenaga untuk berucap, saya mencoba untuk tenang dan melanjutkan tidur, akan tetapi rasa sakit di perut semakin menjadi, hingga akhirnya ibu saya datang ke kamar karena mendengar suara gaduh dari gerakan saya saat menahan rasa sakit tersebut. Sontak ibu saya kaget dan memberikan pertolongan sebisanya, dengan membuatkan air panas yang dimasukkan ke dalam botol lalu menempelkannya ke dalam perut, hingga minyak kayu putih yang diusapkan ke sekitar perut, akan tetapi tidak terlalu membantu meredakan rasa sakit yang saya alami.

Jam 5 pagi akhirnya saya dibawa ke dokter untuk mendapatkan pertolongan yang lebih baik, didalam perjalanan saya menahan rasa sakit yang semakin menjadi, ketika tubuh bergerak sedikit saja maka rasa sakit tersebut semakin terasa, sekuat tenaga saya menahannya hingga sampai tempat dokter tersebut. Di tempat dokter pun saya masih harus menunggu karena masih ada pasien yang sedang dilayani sang dokter, rasa sakit di dalam perut semakin menjadi hingga ahirnya saya rebahkan tubuh ini di lantai, saat itu saya benar-benar tidak peduli dengan orang di sekitar saya karena rasa sakit yang saya derita. Masuklah giliran saya diperiksa, mulai dari mata, lidah, perut dan kaki saya diperiksa satu persatu oleh dokter, lalu sang dokter memberikan resep kepada saya, dia mengatakan bahwa kurang tidur, angin malam, dan kurang minum adalah penyebab penyakit yang saya derita tersebut, dokter berkata bahwa saya terkena kolik, entah penyakit apa karena baru kali ini saya mendengarnya. Lalu sang dokter berkata jika sampai jam 10 siang keadaan saya tidak berubah, maka terpaksa harus menerima tindakan yang lebih intensif dengan pengobatan yang kalau tidak salah dengan memasukkan sebuah obat dari lubang dubur, sungguh menakutkan mendengarnya.

Selesai dari dokter saya segera pulang, di jalan hampir saja saya jatuh dari motor karena pusing yang datang, sesekali saya berhenti karena muntah, dan tubuh semakin lemas, akan tetapi akhirnya saya sampai juga di rumah, saya langsung tidur di kamar dan minum obat yang diberikan dokter, Alhamdulillah jam 8 perut saya sudah sembuh dan rasa sakit di sekujur tubuh sudah menghilang hingga saya tidak perlu lagi melakukan pengobatan intensif seperti yang dikatakan sang dokter.

Pelajaran berharga saat itu adalah kebiasaan saya yang suka begadang, kurang minum, dan terkena angin malam menyebabkan rasa sakit yang sangat parah, untung saja saya segera mendapat pertolongan dokter sehingga bisa segera ditangani. Memang saya akui kebiasaan buruk tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan, mungkin apa yang saya alami masih lebih baik dari keadaan orang lain yang memiliki kebiasaan sama dengan saya. Saya mengimbau kepada semua yang membaca tulisan ini agar menjaga kesehatan, karena anda yang belum merasakan belum tahu rasanya seperti apa ketika sakit perut itu datang, jaga kesehatan karena kita semua takut sakit.



Info Kesehatan Updated at: 22.54